STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Disusun oleh :
Reza Apri Naldo (1820175)
Dosen pembimbing:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARSEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA
2020
A. Konsep Belajar
Belajar dan pembelajaran merupakan dua konsep yang saling berhubungan, yang saling bertolak belakang, berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan aktivitas utama dalam dunia pendidikan. Belajar dan pembelajaran berlangsung dalam suatu proses yang dimulai dengan perencanaan berbagai komponen dan perangkat pembelajaran agar dapat diimplementasikan dalam bentuk interaksi yang bersifat edukatif dan diakhiri dengan evaluasi untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Komponen-komponen pembelajaran yang diperlukan mencakup tujuan, materi, metode, media, dan sumber, evaluasi, peserta didik, guru, dan lingkungan. Semua itu berpucuk pada satu pemikiran berdasarkan pada tujuan pembelajaran.
Menurut Slameto (2010:2) secara psikologis belajar adalah suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Sugihartono (2007: 74) menyatakan bahwa belajar sebagai perubahan yang relatif permanen karena adanya pengalaman. Dengan kata lain belum dikatakan belajar jika belum terjadi perubahan terhadap individu tersebut.
Sedangkan Menurut Suyono dan Hariyanto (2011:9) Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian.
Jadi, dari berbagai pengertian yang dikemukakan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa konsep dasar belajar ini merupakan perubahan tingkah laku dan perubahan untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap. Dari yang kita sebelumnya tidak mengetahui dan kita bisa tahu. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dari setiap pengalaman.
B. Karakteristik Proses Belajar
Proses belajar sangat dipengaruahi oleh pendekatan dan strategi yang digunakan oleh guru kepada siswanya. Kurikulum saat ini dipandang sebagai proses pembelajran yang dapat mengoptimalakan seluruh aktifitas yang dimiikinya. Proses belajar dapat dilihat berdasarkan teori dan tipe belajar. . Salah satu faktor yang dominan untuk dipertimbangkan dalam melakukan proses belajar adalah pelajar (siswa) itu sendiri.
Siswa merupakan individu yang utuh sekaligus sebagai makhluk sosial yang memiliki potensi yang berbeda-beda. Berdasarkan teori perkembangan setiap siswa memiliki tahapan perkembangan sesuai dengan tingkat usianya. Artinya setiap proses belajar yang ditempuh siswa harus berdasarkan pada fase perkembangannya.
Menurut Winata Putra ( 2014 : 8-9) karakteristik belajar ada tiga yaitu :
1. Belajar harus memungkinkan jadinya perubahan perilaku pada individu.
2. Perubahan harus merupakan buah dari perubahan.
3. Perubahan itu relatif menetap.
C. Tahap Perkembangan Peserta Didik
Menurut jean piaget, ia membagi tahap perkembangan kognitif anak ada 4 tahap yaitu:
1. Tahap Sensorimotor (0-2 Tahun)
Pada saat tahap ini anak menggunakan alat inderanya dan kemampuan motoriknya untuk memahami dunia sekitarnya. memiliki keinginan sangat besar untuk menyentuh atau memegang. Anak pada tahapan perkembangan intelektual sensori motor belum mengerti motivasi dan senjata mereka adalah dengan tangisan. Untuk mengajar peserta didik atau anak pada tahap sensori motor maka dapat dilakukan dengan gambar atau sesuatu yang bergerak.
2. Tahap Praoperasional (2-7 Tahun)
Pada tahap ini peserta didik suka meniru perilaku orang lain khususnya perilaku orang tua dan gurunya. Telah mampu menggunakan kata-kata dan kalimat pendek dengan benar. Anak-anak yang duduk di Kelompok Bermain, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau TK (Taman Kanak-Kanak) berada pada tahap pra operasional.
3. Tahap Operasional Konkrit (7-11 Tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah mulai memahami aspek-aspek komulatif materi, misalnya pada penjumlahan dan juga bisa mengaplikasikan beberapa golongan benda yang ada tingkatannya. Anak-anak yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak akhir (TK) dan SD (Sekolah Dasar) sedang berada pada tahap operasional konkret. Dan sudah dapat berpikir sistematis tentang beragam benda dan peristiwa yang bersifat konkret
4. Tahap Operasional Formal (Mulai umur 11-14 Tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kognitif peserta didik sudah memiliki kemampuan yang tinggi, sehingga peserta didik pada tahap ini sudah bisa berfikir untuk memecahkan masalahnya sendiri. Dan menyelesaikan sesuatu yang abstrak.
D. Karakteristik Pembelajaran di SD
1. Karakteristik Pembelajaran di Kelas Rendah
Karakteristik pembelajaran di kelas rendah adalah pembelajaran bersifat konkret. Proses pembelajaran ini harus dirancang oleh guru sesuai kemampuan siswa. Bahan ajar, proses belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Selain itu proses belajar harus dikembangkan secara interaktif, karena siswa pada fase ini suka bermain maka gunakan metode bermain dalam pembelajaran.
Contoh kegiatannya:
a. Menggolongkan peran anggota keluarga
b. Menulis dengan jelas dan rapi
c. Membilang dan menyebutkan banyak benda
d. Membaca nyaring sederhana kurang lebih 300 kata
e. Menghitung panjang meja dengan jari masing-masing
2. Karakteristik Pembelajaran Di Kelas Tinggi
Esensi proses pembelajaran di kelas tinggi adalah suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk membelajarkan siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya (menyelesaikan soal, menggabungkan, menghubungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi). Dan sudah bisa menyelesaikan permasalahan yang bersifat abstrak.
Contoh kegiatan belajarnya:
a. Mendiskusikan tentang jual beli
b. Memperagakan rangkaian gerak dengan alat music
c. Menafsirkan peninggalan-peninggalan sejarah
d. Melakukan operasi hitung campuran (bilangan bulat pecahan)
e. Mengumpulkan bukti perkembangbiakan makhluk hidup.
Materinya bgus
BalasHapusAda beberapa poin juga menghadr kan contoh dan itu sangat membantu dlam memahami maksud dan tujuan dalam materi itu sendiri
Makasih kk
Hapusmateri yg di ada di sini sudah bagus tapi kurang jelas karena tidak ada nya enter untuk menentukan antara judul yg satu dengan yg lain nya.
BalasHapusMakasih komentar dan sarannya kk,.. insyaallah kedepannya lebih baik lagi
Hapussecara materi sudah bagus, baiknya tata tulisan lebih rapi lagiπ
BalasHapusTerima kasih kak.
secara materi sudah bagus, baiknya tata tulisan lebih rapi lagiπ
BalasHapusTerima kasih kak.
Makasih KK... Udah menanggapi,.. insyaallah kedepannya di perbaiki
HapusTerima kasih, ini sangat membantu π
BalasHapusMaksihh
HapusMaterinya bagus dan sangat membantu untuk para calon pendidik dimasa depanπ, tapi ada sedikit kekurangan "antara isi dan judul tidak ada pemisahnya".
BalasHapusMaksihh, kedepannya lebih baik pagi
HapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusMelihat perkembangan yang semakin canggih salah satunya gadget pada setiap anak tngkat skolah dasar sdh memilkinya, otomatis kecenderungan dlm belajar smkin brkurang.nah kita sebgai calon guru ketika mengajar konsep atau strategi apakah yg dgnakan sehingga bljr anak diklas jdi brsmngat?
Tolong jelaskan
Syukron
Syukron komentar nya kk
HapusIzin bertanya,
BalasHapusSebelumnya materi sudah bagus dan penyampainya juga prosedural tapi ada sedikit yang saya garis bawahi yaitu pada konsep belajar,disana dikatakan belajar dan pembejaran adalah konsep yang saling berhubungan,yang saling bertolak belakang.
Maksud dari saling berhubungan dan bertolak belakang apa?
Makasih kk
HapusMateri nya sudah bagus, tapi sedikit saran penulisannya mohon fi perhatikan lagi, supaya yang membaca juga faham. Dan sedikit pertanyaan, strategi pembelajaran seperti apa yang akan saudara lakukan untuk menunjang kualitas pembelajaran?
BalasHapusMateri nya sudah bagus, tapi sedikit saran penulisannya mohon fi perhatikan lagi, supaya yang membaca juga faham. Dan sedikit pertanyaan, strategi pembelajaran seperti apa yang akan saudara lakukan untuk menunjang kualitas pembelajaran?
BalasHapusMantap khiiππππ€£
BalasHapusMaksii khii
HapusMaterinya menarik dan bermanfaat bagi para² calon guru² muda tpi tolong design dalam membuat blog ini dipercantik lgi. supaya menarik para2 pembaca luar..
BalasHapussya inginb bertanya.
apakah singkron materi yg di atas dengan action yg sudah anda lakukan saat ini ?
Insyaallah sudah mencoba sedikit demi sedikit
HapusAlhamdulillah karya ilmiah Naldo sdh bagus,secara penulisan maupun secara materi, tetapi perlu penguatan isi materi serta penulisan nya perlu diperhatikan kembali.
BalasHapusMaksii
HapusTulisan ini sangat membantu,
BalasHapusTerima kasih
Afwan
HapusArtikelnya materinya bagus, smga bermanfaat bagi pembaca,, sedikit saran untuk penulis harap d perhatikan rata tulisannya
BalasHapusMaksii sarannya
HapusMaterinya bagus, semoga bisa bermanfaat bagi sipembacaπ
BalasHapusMakasii
HapusSemoga selalu memberikan yang terbaik untuk tulisan tulisan selanjutnya
BalasHapusMaksii
HapusArtikel yang bagus serta bermanfaat dalam menambah pengetahuan bagi pembaca
BalasHapusMakasih kk
HapusKeren materi bagus
BalasHapusMakasih
HapusArtikel nya bagus kak..
BalasHapusMakasii
HapusTerus bagaimana kita sebagai orng tua mampu mengembangkan Tahap Sensorimotor pada anak tersebut dan sebutkan contoh nya?
BalasHapusKeren kak, materinya juga bagus πππ
BalasHapusMantap kak ππ
BalasHapusBagus materi nya, semoga kedepannya lebih baik lagi. Tetap semangat untuk melakukan perbaikan2 atas saran dari teman2 yah.
BalasHapussecara materi sudah bagus, baiknya tata tulisan lebih rapi lagiπ
BalasHapusTerima kasih kak.
Mantap kk ππ
BalasHapusMaskaihh
BalasHapusMakasih artikelnya
BalasHapusSangkyu
BalasHapusSangkuyy too
HapusArtikelnya bagus, sngat membantu
BalasHapusMakasih
HapusMaterinya sangat memebantu
BalasHapusMakasih
HapusSeberapa penting materi ini kk?
BalasHapusSangat penting kk
BalasHapus